Tuesday, March 17, 2020

PUSPA MELATI


Mencetak Iman, Ilmu dan Amal




Berawal dari Taman Pendidikan Al-Qur'an Al Ikhlas di tahun 2009, kami mencoba berdakwah, dengan meminjam sebuah Musholla yang tempatnya bersebelahan dengan makam. Nama Al Ikhlas diambil dari nama musholla yang kami tempati. Santri tidak hanya berasal dari lingkungan musholla, tetapi hingga radius 2-3 km, dengan membawa infaq 3000 per bulan bagi yang mampu dan menggratiskan bagi kaum duafa. Santri yang kala itu trmbus hingga 100 anak, dengan tenaga pengajar 6 orang, membuat musholla tidak dapat menampungnya, sehingga kami harus memindahkan para santri ke salah satu rumah asatidz. Disinipun tidak bertahan lama, karena tempat yang juga tidak memadai. Kali kedua kami harus memindahkan para santri ke rumah salah satu yayasan yang tempatnya lumayan jauh dari makam.

Di tahun 2011, atas permintaan para orang tua santri, kami membuka pendidikan untuk anak usia dini dengan layanan pada usia 2-4 tahun (KB). Saat itu kami menggunakan tempat yang sama dengan TPA, sehingga pagi untuk KB dan sore harinya untuk TPA. Di tahun itu pula, nama TPA yang awalnya bernama TPA Al Ikhlas diubah menjadi TPA Puspa Melati, sama dengan nama KB nya. Dalam perjalanan anak-anak tidak hanya usia 2-4 tahun yang mendaftar tetapi mereka hingga usia 6 tahun. Tahun 2013 kami hijrah lagi. Kali ini kami menempati gedung baru yang berdiri di atas sungai, dengan peruntukan ruang untuk kelas 1 lokal ukuran 3x6 m dan kantor ukuran 3x4 m.
Kemudian Yayasan yang sejak berdiri diketuai oleh Moh. Husni Thamrin, S.H., M.H., memandang perlu untuk memanggil saya pulang untuk memimpin lembaga dan menambah layanan bagi anak- anak berupa Taman Kanak-Kanak di tahun 2018. 


Mengawali saya di Puspa Melati, jumlah murid di tahun 2018 adalah KB 13 anak dan TK 34 anak. Tahun 2019, KB 13 anak dan TK 48 anak, total 61 anak.
Dengan jumlah sedemikian banyaknya, lokal yang kami tempati tentunya sangat tidak memadai, sehingga kami harus meminjam rumah yayasan kembali untuk ditempati anak-anak.


Kondisi ini tidak mengecilkan nyali kami untuk tetap bersaing secara sehat dengan lembaga lain. Dengan Iuran bulanan 60rb/bulan, banyak kegiatan yang bisa kami lakukan seperti kegiatan melukis, kegiatan main musik angklung, patrol, dan tahfidz. Renang, makan sehat 2x sebulan, kegiatan sentra dan puncak tema (biasanya outingclass). Kegiatan urban farming melalui hidroponik, zero waste melalui pembuatan ecobrick, parenting, konsultasi dan masih banyak lagi.

Kami juga mempunyai anak duafa 8 anak, yg kami subsidi silang dengan orangtua murid yang berkemampuan lebih.
2 tahun terakhir, prestasi anak-anak sholih sholihah ini sungguh diluar ekspektasi saya. Di tahun pertama saya memimpin mereka mempersembahkan 11 kejuaraan dan 1 di tingkat propinsi.


Di tahun kedua yang belum berakhir ini, mereka seperti berlomba menunjukkan potensi luar biasa yang dimiliki. Kejuaraan demi kejuaraan dipersembahkan dan mengharumkan nama sekolah. Dari cabang tahfidz, tartil, nasyid dan mewarnai.


Maka tak berlebihan jika saya menyampaikan terima kasih kepada para orangtua hebat yang senantiasa mensupport dan membantu melejitkan potensi anak-anak.


Kami juga support terhadap program pemerintah seperti gernasbaku. Gerakan yang sering kita dengar dengan literasi ini kami realisasikan dalam bentuk kerjasama dengan perpustakaan dan kearsipan kab Jember, dengan membuat surat kerjasama berupa kunjungan mobil perpustakaan 2 bulan sekali. Sekali waktu anak-anak kami bawa berkunjung ke perpustakaan daerah. 

Untuk buku-buku perpustakaan alhamdulillah ada beberapa seri yang kami punya. Seperti seri balita dari mizan, mufti, ensiklopedia, 1001 kisah sebelum tidur, dan beberapa buku lepas lainnya.
Buku-buku cerita berupa buku pop up sederhana buatan orang tua dan anak juga menjadi pelengkap isi perpustakaan mini kami.

Kegiatan yang terkait dengan literasi lainnya, setiap ustadzah wajib membacakan buku kepada anak-anak minimal 10- 15 menit setiap pagi.

Alhamdulillah anak-anak sudah terbiasa dengan buku, hal ini bisa dilihat saat diwaktu-waktu senggang mereka lebih memilih buku untuk dilihat dan atau dibaca. Sebelum pulang juga mereka menyempatkan untuk meminjam buku, dengan cara mengisi sendiri nama peminjam, tanggal peminjaman dan judul bukunya.

Beberapa waktu lalu kami juga menjadi satu-satunya tempat yang dikunjungi di wilayah Jawa Timur oleh GAIN (global alliance for improved nutrition) yang berkantor pusat di London, untuk melihat bagaimana jajanan dan makanan anak-anak di Puspa Melati dan tentunya kebiasaan cuci tangan yang benar.

Terima kasih untuk sinergi yang luar biasa ini..
Juga derai air mata, tawa, canda, yang laksana pelangi selepas hujan.


Mohon doanya, anak-anak sedang membuat buku hasil karyanya, dan buku Bimo Sakit Perut yang saat ini sedang dalam proses penerbitan oleh Penerbit Epigraf


http://lembagasertifikasi.id
https://lspdigital.id
www.libmiedu.com


 

KB TK Puspa Melati Jember Template by Ipietoon Cute Blog Design