Oleh: Unshita Rini, S.Pd
Disampaikan oleh Nabila Nurul Izzah pada Lomba Cerita
Islami,Festival Anak Sholeh Indonesia IX Kabupaten Jember, 3 Nopember 2013
#Juara 3
Assalamu’alaikum
wr.wb.
Teman-teman,
hari ini Nabila
akan bercerita. Cerita kali
ini akan mengisahkan dua binatang,
yang telah berjasa menyelamatkan Rasulullah Saw dari kejaran musuhnya. Mau tahu
siapa binatang-binatang itu?
Perkenalkan…
aku si Laba-laba. Dan aku….Burung Merpati.
Seperti
biasa, pagi itu Merpati terbang mencari makan, ia terbang menuju Ka’bah, karena
di sana banyak biji-bijian. Dia terbang dengan hati riang. (..plak...plak..plak...)
Sampai
di atas Ka’bah, Merpati berputar-putar bersama burung-burung yang lain, sebelum
akhirnya mereka turun di pelataran Ka’bah.
Kawanan
burung itupun mulai mematuk-matuk biji-bijian. (..tuktuktuk...tuktuktuk.....tuktuktuk)
Beberapa
saat kemudian beberapa orang berkerumun, mereka sedang membicarakan sesuatu.
Tanpa sengaja Merpati mendengar pembicaraan orang-orang itu. Rupanya mereka
sedang membicarakan Nabi Muhammad.
“Wah…sedang
membicarakan apa orang-orang itu, ya. Kok menyebut nama baginda Rosul. Aku jadi
penasaran..,”gumam Merpati.
Merpati
mendekati kerumunan orang-orang itu. Betapa kagetnya ia ketika mendengar
orang-orang kafir Quraisy akan membunuh Rosulullah.
“Astaghfirullahaladziim,
Rosulullah dalam bahaya, aku harus mencari tahu kebenaran berita ini”.
Merpati
terbang meninggalkan Ka’bah. Ia terbang
menyusuri padang pasir.
Setelah
beberapa lama terbang, Merpati hampir sampai di gua Tsur. Ia melihat dua orang
berjalan dengan tergesa, rupanya beliau baginda Rosul dan Abu Bakar Ash
Shiddiq.
“Aku
harus cepat sampai di gua, si Laba-laba harus tahu berita ini,” kata Merpati.
Sesampainya
di mulut gua, Merpati membangunkan Laba-laba.
“Laba-laba,
bangun! Ada berita penting yang perlu kamu ketahui,” kata Merpati.
“Emmoahhh,
ada apa Merpati, aku masih mengantuk nih..,” sahut Laba-laba sambil
bermalas-malasan.
“Eiiiih…,buang
jauh-jauh dulu rasa kantukmu itu, ini keadaan darurat, keadaan bahaya!
Rosulullah dan Abu Bakar dalam perjalanan kemari, mereka sedang dikejar
orang-orang kafir Quraisy. Gua ini satu-satunya tempat yang bisa mereka pakai untuk bersembunyi,” lanjut Merpati.
Mata Laba-laba terbelalak, seolah ingin mengusir
jauh-jauh rasa kantuknya. “Lalu apa yang bisa kita lakukan
Merpati ?,”tanya
Laba-laba.
Belum
sempat Merpati menjawab pertanyaan Laba-laba, Rosululloh dan Abu Bakar telah
sampai di depan
gua.
Seperti ada yang memerintah....
Seketika itu Merpati terbang menepi, sedang
Laba-laba dengan sengaja merusak sarangnya. Keduanya seolah mempersilahkan
Rosululloh dan Abu Bakar masuk ke gua.
Mereka
kemudian memasuki gua Tsur.
Abu Bakar tampak cemas. Dia mengkhawatirkan nabi Muhammad
Saw. Merpati dan Laba-laba mendengar nasehat Rosululloh kepada Abu
Bakar, agar berserah diri pada Allah.
Yaa...Abu Bakar, Jangan bersedih, sesungguhnya Allah
bersama kita.
Setelah
keduanya berada di dalam gua, Merpati segera
memindahkan telur-telur dan sarangnya di depan gua lalu mengeraminya.
Sedangkan Laba-laba dengan cepat membuat
jaringnya kembali lalu bertengger di tengahnya.
Beberapa saat kemudian, terdengar derap langkah kuda dan
kepulan debu beterbangaan di udara. (kuda..pak ketepak, pak ketepak, pak
ketepak...hiaaaaa....)
Mereka adalah orang-orang Quraisy yang mengejar
Rosulullah dan Abu Bakar.
Tiba-tiba...
“Berhenti.....!!!!” teriak salah seorang diantara mereka.
Rupanya dia pimpinan rombongan.
“Kita harus memeriksa gua ini, pasti Muhammad dan Abu
Bakar bersembunyi di dalamnya”, teriaknya lagi.
Beberapa orang Quraisy itu turun dari kudanya, lalu
mendekati gua Tsur ini.
Orang
Quraisy pertama kemudian
berkata, “tidaklah mungkin Muhammad dan Abu Bakar ada di dalam gua ini,
sepertinya tidak pernah ada orang kesini”.
“Tapi aku yakin sekali mereka ada di dalam gua ini,”kata pemimpin Quraisy.
Orang Quraisy kedua menimpali,” coba lihat Tuanku,
merpati dan laba-laba itu tetap tenang di sarang mereka....kalau Muhammad dan
Abu Bakar ada di dalam gua ini, pastilah telur dan sarang merpati rusak
terinjak, dan jaring laba-laba itu pasti terkoyak...”.
Orang Quraisy pertama,”betul Tuan...lagi pula gua ini
sarang ular-ular berbisa, Muhammad dan Abu Bakar pasti berpikir dua kali untuk
masuk ke gua ini..”.
Pemimpin Quraisy,”pendapat kalian masuk akal juga...kalau
begitu kita lanjutkan perjalanan kita, mereka pasti tidak jauh....”.
Rombongan orang Quraisy itu berlalu, mereka memacu kudanya
sangat cepat...(hiaaaa...pak ketepak..pak ketepak...)
Sementara itu di dalam gua...
Kami mendengar
langkah kaki Nabi Muhammad dan Abu Bakar mendekati mulut gua..
Maka aku dan laba-laba segera mempersilahkan baginda
Rosul dan Abu Bakar untuk keluar gua, dengan cara memindahkan telur-telur dan
sarangku ke tepi gua, laba-laba merusak kembali jaringnya, supaya mereka dapat
keluar dengan mudah.
Sesampainya di luar gua, Rosulullah dan Abu Bakar tak
henti-hentinya mengucapkan syukur kepada Allah SWT.
Mereka lalu melanjutkan perjalanan kembali.
Aku dan laba-laba juga berdoa, supaya Nabi Muhammad dan
Abu Bakar dilindungi Allah SWT.
Kamipun bangga, telah menjadi bagian dari sejarah
perjalanan baginda Rosul dalam menegakkan dienul Islam ini.
Demikianlah kisah Merpati dan Laba-laba...
Wassalamu’alaikum wr.wb.