Thursday, May 21, 2020

MERPATI DAN LABA-LABA



Oleh: Unshita Rini, S.Pd
 Disampaikan oleh Nabila Nurul Izzah pada Lomba Cerita Islami,Festival Anak Sholeh Indonesia IX Kabupaten Jember, 3 Nopember 2013
#Juara 3
 


Assalamu’alaikum wr.wb.

Teman-teman, hari ini Nabila akan bercerita. Cerita kali ini akan mengisahkan dua binatang, yang telah berjasa menyelamatkan Rasulullah Saw dari kejaran musuhnya. Mau tahu siapa binatang-binatang itu?

Perkenalkan… aku si Laba-laba. Dan aku….Burung Merpati.

Seperti biasa, pagi itu Merpati terbang mencari makan, ia terbang menuju Ka’bah, karena di sana banyak biji-bijian. Dia terbang dengan hati riang. (..plak...plak..plak...)
Sampai di atas Ka’bah, Merpati berputar-putar bersama burung-burung yang lain, sebelum akhirnya mereka turun di pelataran Ka’bah.
Kawanan burung itupun mulai mematuk-matuk biji-bijian. (..tuktuktuk...tuktuktuk.....tuktuktuk)

Beberapa saat kemudian beberapa orang berkerumun, mereka sedang membicarakan sesuatu. Tanpa sengaja Merpati mendengar pembicaraan orang-orang itu. Rupanya mereka sedang membicarakan Nabi Muhammad.

“Wah…sedang membicarakan apa orang-orang itu, ya. Kok menyebut nama baginda Rosul. Aku jadi penasaran..,”gumam Merpati.
Merpati mendekati kerumunan orang-orang itu. Betapa kagetnya ia ketika mendengar orang-orang kafir Quraisy akan membunuh Rosulullah.
“Astaghfirullahaladziim, Rosulullah dalam bahaya, aku harus mencari tahu kebenaran berita ini”.

Merpati terbang meninggalkan Ka’bah. Ia  terbang menyusuri padang pasir.
Setelah beberapa lama terbang, Merpati hampir sampai di gua Tsur. Ia melihat dua orang berjalan dengan tergesa, rupanya beliau baginda Rosul dan Abu Bakar Ash Shiddiq.

“Aku harus cepat sampai di gua, si Laba-laba harus tahu berita ini,” kata Merpati.

Sesampainya di mulut gua, Merpati membangunkan Laba-laba.
“Laba-laba, bangun! Ada berita penting yang perlu kamu ketahui,” kata Merpati.
“Emmoahhh, ada apa Merpati, aku masih mengantuk nih..,” sahut Laba-laba sambil bermalas-malasan.
“Eiiiih…,buang jauh-jauh dulu rasa kantukmu itu, ini keadaan darurat, keadaan bahaya! Rosulullah dan Abu Bakar dalam perjalanan kemari, mereka sedang dikejar orang-orang kafir Quraisy. Gua ini satu-satunya tempat yang bisa mereka pakai untuk bersembunyi,” lanjut Merpati.

Mata Laba-laba terbelalak, seolah ingin mengusir jauh-jauh rasa kantuknya. “Lalu apa yang bisa kita lakukan Merpati ?,”tanya Laba-laba.
Belum sempat Merpati menjawab pertanyaan Laba-laba, Rosululloh dan Abu Bakar telah sampai di depan gua.

Seperti ada yang memerintah....
Seketika itu Merpati terbang menepi, sedang Laba-laba dengan sengaja merusak sarangnya. Keduanya seolah mempersilahkan Rosululloh dan Abu Bakar masuk ke gua.

Mereka kemudian memasuki gua Tsur.
Abu Bakar tampak cemas. Dia mengkhawatirkan nabi Muhammad Saw. Merpati dan Laba-laba mendengar nasehat Rosululloh kepada Abu Bakar, agar berserah diri pada Allah.

Yaa...Abu Bakar, Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.

Setelah keduanya berada di dalam gua, Merpati segera memindahkan telur-telur dan sarangnya di depan gua lalu mengeraminya. Sedangkan  Laba-laba dengan cepat membuat jaringnya kembali lalu bertengger di tengahnya.

Beberapa saat kemudian, terdengar derap langkah kuda dan kepulan debu beterbangaan di udara. (kuda..pak ketepak, pak ketepak, pak ketepak...hiaaaaa....)
Mereka adalah orang-orang Quraisy yang mengejar Rosulullah dan Abu Bakar.

Tiba-tiba...
“Berhenti.....!!!!” teriak salah seorang diantara mereka. Rupanya dia pimpinan rombongan.
“Kita harus memeriksa gua ini, pasti Muhammad dan Abu Bakar bersembunyi di dalamnya”, teriaknya lagi.

Beberapa orang Quraisy itu turun dari kudanya, lalu mendekati gua Tsur ini.
Orang Quraisy pertama kemudian berkata, “tidaklah mungkin Muhammad dan Abu Bakar ada di dalam gua ini, sepertinya tidak pernah ada orang kesini”.
“Tapi aku yakin sekali mereka ada di dalam gua ini,”kata pemimpin Quraisy.

Orang Quraisy kedua menimpali,” coba lihat Tuanku, merpati dan laba-laba itu tetap tenang di sarang mereka....kalau Muhammad dan Abu Bakar ada di dalam gua ini, pastilah telur dan sarang merpati rusak terinjak, dan jaring laba-laba itu pasti terkoyak...”.

Orang Quraisy pertama,”betul Tuan...lagi pula gua ini sarang ular-ular berbisa, Muhammad dan Abu Bakar pasti berpikir dua kali untuk masuk ke gua ini..”.
Pemimpin Quraisy,”pendapat kalian masuk akal juga...kalau begitu kita lanjutkan perjalanan kita, mereka pasti tidak jauh....”.
Rombongan orang Quraisy itu berlalu, mereka memacu kudanya sangat cepat...(hiaaaa...pak ketepak..pak ketepak...)

Sementara itu di dalam gua...
Kami  mendengar langkah kaki Nabi Muhammad dan Abu Bakar mendekati mulut gua..
Maka aku dan laba-laba segera mempersilahkan baginda Rosul dan Abu Bakar untuk keluar gua, dengan cara memindahkan telur-telur dan sarangku ke tepi gua, laba-laba merusak kembali jaringnya, supaya mereka dapat keluar dengan mudah.

Sesampainya di luar gua, Rosulullah dan Abu Bakar tak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada Allah SWT.
Mereka lalu melanjutkan perjalanan kembali.
Aku dan laba-laba juga berdoa, supaya Nabi Muhammad dan Abu Bakar dilindungi Allah SWT.
Kamipun bangga, telah menjadi bagian dari sejarah perjalanan baginda Rosul dalam menegakkan dienul Islam ini.

Demikianlah kisah Merpati dan Laba-laba...
Wassalamu’alaikum wr.wb.

 
















KESEHATAN GIGI



Oleh: Unshita Rini
Disampaikan oleh Awa dan Fia pada Lomba Hari Anak Kecamatan Kaliwates, tanggal 16 Mei 2009 di TK Pertiwi Kabupaten


FIA      :(membersihkan kaca dengan muka bersungut-sungut, dia tampak sedih)       
AWA    : Hei Fia, pagi-pagi begini kok melamun?
FIA      : Eh Awa. Iya… hari ini aku sedih….. sekali.
AWA    : Mengapa?
FIA      : Semalam aku ditinggal Bundaku ke Jogja.
AWA    : Ke Jogja? Jauh sekali…
FIA      : Ya…Kata ayahku, Bunda sekolah lagi, dua tahun!
AWA    : Ha.. dua tahun, lama sekali. Lalu kamu di sini dengan siapa?
FIA      : Sama ayah, adik dan eyangku.
AWA    : Oh… jadi kamu tidak sendiri. Kan masih ada keluargamu.
FIA      : Iya sih. Tapi aku kan kangen sama Bunda.
AWA    : Aku mengerti perasaanmu, Fia. Tapi kamu tidak perlu bersedih. Bundamu ke Jogja untuk belajar, berarti bisa tambah pintar. Kamu pasti senang punya Bunda pintar, kan?
FIA      : Betul juga kamu Awa.
AWA    : Nah… kamu tadi sedang apa?
FIA      : Bantu Eyang bersih-bersih rumah.
AWA    : Kalau begitu, kita lanjutkan bersih-bersihnya. Aku bantu ya…
FIA      : Terima kasih Awa.
(Mereka melanjutkan menyapu dan membersihkan jendela)
FIA      : Awa, aku sudah selesai.
AWA    : Aku juga.
FIA      : Kita main yuk…
AWA    : Kamu ingin main apa?
FIA      : Bagaimana kalau kita main masak memasak, kebetulan aku punya mainan memasak baru.
AWA    : Boleh….boleh, ayo!
(Awa dan Fia mulai asyik bermain)
AWA    : Fia, telur dadarku sudah matang, langsung dimakan ya….
FIA      : Eit… sebaiknya jangan Awa.
AWA    : Mengapa, kamu tidak suka?
FIA      : Bukan begitu Awa. Makanannya kan masih panas. Sebaiknya ditunggu sampai agak dingin.
AWA    : Kok begitu?
FIA      : Ya…. makanan atau minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin, tidak baik untuk kesehatan gigi. Gigi kita akan cepat rusak dan keropos.
AWA    : Kok kamu tahu tentang kesehatan gigi, Fia.
FIA      : Iya Awa, kebetulan Bundaku seorang dokter gigi.
AWA    : Pantas saja…
             Enak ya, kalau kamu sakit gigi, langsung diperiksa Bundamu…
FIA      : Ya..tapi kata Bunda, yang paling penting kita harus bisa menjaga kesehatan gigi kita.
AWA    : Bagaimana caranya?
FIA      : Gosok gigi sesudah makan dan sebelum tidur. Dan tidak makan atau minum yang terlalu panas atau terlalu dingin.
AWA    : Oh begitu ya…
             Mulai saat ini  aku akan lebih menjaga kesehatan gigiku, supaya kuat, tidak rusak dan tidak berlubang.
FIA      : Betul Awa, jangan lupa rajin memeriksakan gigi ke dokter gigi.
AWA    : Aduh, kalau ke dokter gigi aku takut Fia.
FIA      : Tidak perlu Awa, dokter gigi itu tidak menakutkan, tidak seperti bayanganmu. Dokter gigi itu baik, sabar dan selalu hati-hati. Tidak sembarangan mencabut gigi orang.
AWA    : Oh begitu ya..  Kapan-kapan aku mengajak mama ke dokter gigi, aku jadi penasaran…
FIA      : Ya.. cobalah. Pasti kamu senang.
AWA    : Iya, Fia.
            Wah.. tidak terasa hari sudah siang, aku harus pulang. Kita rapikan dulu mainannya. Kamu tidak perlu bersedih, besok kita main lagi.
FIA      : Ya, terima kasih Awa.    




 

KB TK Puspa Melati Jember Template by Ipietoon Cute Blog Design