Thursday, May 21, 2020

SUKA DUKA BELAJAR JARAK JAUH PADA SITUASI PANDEMI COVID-19




16 Mei 2020
Kisah selanjutnya dari Zulfatul Choiriyah, ustadzah kelompok B1 TK PUSPA MELATI


       Tidak satu orang pun yang menginginkan situasi seperti ini, pandemi covid-19 sudah mewabah di negara ini. Untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 salah satunya adalah stay at home. Bekerja, belajar dan beribadah di rumah. Kenyataan ini harus kita jalani dengan lapang dada.

       Imbas dari stay at home adalah belajar dengan cara on line. Ada banyak suka dan duka yang kami lalui dengan cara belajar on line. Dimana kami juga dihadapkan pada mereka orang tua murid yang belum memiliki smartphone.

       Setelah satu bulan lebih kami lalui dengan belajar secara on line, kami merasakan banyak pengalaman baru yang bisa kami dapatkan. Kami  dituntut untuk bisa memberikan materi yang membuat anak bahagia. Mereka tidak boleh merasa disuguhi  “tugas dari sekolah” tapi sebuah permainan yang bisa dimainkan di rumah. 

       Perasaan khawatir terkadang melintas dalam benak kami ketika menyuguhkan atau mengirim suatu kegiatan. Apakah mereka merasa nyaman dan bahagia ketika mengerjakan kegiatan main ini, apakah mereka mampu menyiapkan bahan atau materi yang diberikan? 

       Menghadapi orang tua murid yang mengabaikan tugas dari sekolah untuk putra putrinya adalah salah satu duka kami, mereka beralasan tidak ada akses internet alias tidak ada paketan, tidak ada kesempatan atau waktu untuk bermain dengan anak karena suatu kesibukan dan berbagai macam alasan lainnya.

       Tugas kami untuk memotivasi orang tua murid yang demikian adalah memberi semangat dan pengertian tentang belajar jarak jauh untuk pelaporan perkembang anak-anak. Dan memberikan pengertian terhadap orang tua murid tidaklah mudah kami harus lebih berhati-hati lagi menyampaikan agar kami lebih mudah untuk berkomunikasi dan bekerja sama.

       Dan yang sangat menyedihkan adalah alasan tidak memiliki smartphone tapi hanya diam dan pasrah saja tidak mau berusaha untuk menyampaikan hasil kegiatan anak-anak. Kalau sudah seperti ini bagaimana kami mau memberi laporan tentang perkembangan si anak?

       Masalah smartphone yang guru miliki tidak begitu canggih atau gurunya juga yang kudet sehingga HP nya gampang penuh dan bisa salah satu aplikasi tidak berfungsi.

       Kesulitan memantau secara langsung tentang perkembangan anak-anak, namun tidak hanya duka dan gundah gulana yang kami rasakan, tetapi perasaan suka dan kagum terhadap belajar secara online ini. Diantaranya rasa suka dan kagum yang kami terima dari belajar jarak jauh dengan anak-anak didik kami.

       Kami merasa bangga terhadap anak-anak yang semangat untuk melakukan kegiatan yang kami berikan, memang tidak semua anak memberikan laporannya tentang kegitannya tapi sudah 90 % yang sudah melakukannya.

       Hal yang membuat kami merasa sangat suka dan bangga ketika mereka mengirimkan laporan tentang kegiatannya melalui vidio dan foto. Kami seolah-olah ditransfer semangat oleh mereka yang selalu semangat melakukan kegiatan yang kami berikan.

       Kegiatan yang sangat menghibur adalah vidio mereka ketika melakukan proses kegiatan, merekan dengan percaya diri untuk unjuk kebolehan, mereka sepertinya sudah terbiasa dengan kamera. 

       Ada banyak kejutan juga yang mereka berikan kepada kami, kreativitas dan inovasi mereka tidak mau  menyerah dengan kondisi apapun. Contoh tidak ada bahan yang diminta, mereka mencari bahan lain yang bisa juga untuk kegiatan tersebut. Membuat kreasi dari berbagai bahan yang menakjubkan yang tidak terlintas dari pemikiran kami. 

       Tanpa kami sadari kami banyak menerima transfer ilmu dari mereka, setidaknya kami tahu apa yang harus kami lakukan selanjutnya untuk memberikan kegiatan yang bisa membuat mereka lebih semangat dan bahagia dengan belajar dari jarak jauh. Kami tidak menomer satukan hasil akhir kegiatan mereka, kami melihat semangat mereka dalam proses pelaksanaan kegiatan yang kami berikan. 

       Dengan semangat mereka kami juga harus bisa introspeksi diri untuk menjadi pendidik dan teman yang lebih baik lagi. Harapan kami kedepannya semoga jalinan silaturrahim dengan orang tua murid dapat terjalin lebih erat lagi untuk bekerja sama membimbing putra putri kita.

       Pada akhirnya kami selalu berdoa untuk kesehatan dan  kebahagian anak-anak dan kita semua. Dan pandemi Covid-19 ini semoga segera berakhir dan kami bisa melepas rindu dengan anak-anak. Tidak lupa ucapan terima kasih yang seluas-luasnya kepada para orang tua murid yang selalu bisa menjalin kerja sama yang baik. @zulfa








        

0 comments:

Post a Comment

 

KB TK Puspa Melati Jember Template by Ipietoon Cute Blog Design