16 Mei 2020
Kisah selanjutnya dari Zulfatul Choiriyah, ustadzah kelompok B1 TK PUSPA MELATI
Tidak satu orang pun yang menginginkan
situasi seperti ini, pandemi covid-19 sudah mewabah di negara ini. Untuk
memutus mata rantai penyebaran covid-19
salah satunya adalah stay at home.
Bekerja, belajar dan beribadah di rumah. Kenyataan ini harus kita jalani dengan
lapang dada.
Imbas dari stay at home adalah belajar
dengan cara on line. Ada banyak suka
dan duka yang kami lalui dengan cara belajar on line. Dimana kami juga dihadapkan pada mereka orang tua murid
yang belum memiliki smartphone.
Setelah satu bulan lebih kami lalui
dengan belajar secara on line, kami
merasakan banyak pengalaman baru yang bisa kami dapatkan. Kami dituntut untuk bisa memberikan materi yang
membuat anak bahagia. Mereka tidak boleh merasa disuguhi “tugas dari sekolah” tapi sebuah permainan
yang bisa dimainkan di rumah.
Perasaan khawatir terkadang melintas dalam benak kami ketika
menyuguhkan atau mengirim suatu kegiatan. Apakah mereka merasa nyaman dan bahagia ketika
mengerjakan kegiatan main ini,
apakah mereka mampu menyiapkan
bahan atau materi yang diberikan?
Menghadapi orang tua murid yang mengabaikan
tugas dari sekolah untuk putra putrinya adalah
salah satu duka kami, mereka beralasan tidak ada akses internet alias tidak ada paketan, tidak ada
kesempatan atau waktu untuk bermain dengan anak karena suatu kesibukan dan
berbagai macam alasan lainnya.
Tugas kami untuk memotivasi orang tua
murid yang demikian adalah memberi semangat dan pengertian tentang belajar
jarak jauh untuk pelaporan perkembang anak-anak. Dan memberikan pengertian
terhadap orang tua murid tidaklah mudah kami harus lebih berhati-hati lagi
menyampaikan agar kami lebih mudah untuk berkomunikasi dan bekerja sama.
Dan yang sangat menyedihkan adalah
alasan tidak memiliki smartphone tapi
hanya diam dan pasrah saja tidak mau berusaha untuk menyampaikan hasil kegiatan
anak-anak. Kalau sudah seperti ini bagaimana kami mau memberi laporan tentang
perkembangan si anak?
Masalah smartphone yang guru miliki tidak begitu canggih atau gurunya juga
yang kudet sehingga HP nya gampang penuh dan bisa salah satu aplikasi tidak
berfungsi.
Kesulitan memantau secara langsung
tentang perkembangan anak-anak, namun tidak hanya duka dan gundah gulana yang kami rasakan, tetapi
perasaan suka dan kagum terhadap belajar secara online ini. Diantaranya rasa suka dan kagum yang kami terima dari
belajar jarak jauh dengan anak-anak didik kami.
Kami merasa bangga terhadap anak-anak yang
semangat untuk melakukan kegiatan yang kami berikan, memang tidak semua anak
memberikan laporannya tentang kegitannya tapi sudah 90 % yang sudah
melakukannya.
Hal yang membuat kami merasa sangat suka
dan bangga ketika mereka mengirimkan laporan tentang kegiatannya melalui vidio
dan foto. Kami seolah-olah ditransfer semangat oleh mereka yang selalu semangat
melakukan kegiatan yang kami berikan.
Kegiatan yang sangat menghibur adalah
vidio mereka ketika melakukan proses kegiatan, merekan dengan percaya diri
untuk unjuk kebolehan, mereka sepertinya sudah terbiasa dengan kamera.
Ada banyak kejutan juga yang mereka berikan
kepada kami, kreativitas dan inovasi mereka tidak mau menyerah dengan kondisi apapun. Contoh tidak
ada bahan yang diminta, mereka mencari bahan lain yang bisa juga untuk kegiatan
tersebut. Membuat kreasi dari berbagai bahan yang menakjubkan yang tidak
terlintas dari pemikiran kami.
Tanpa kami sadari kami banyak menerima
transfer ilmu dari mereka, setidaknya kami tahu apa yang harus kami lakukan
selanjutnya untuk memberikan kegiatan yang bisa membuat mereka lebih semangat
dan bahagia dengan belajar dari jarak jauh. Kami tidak menomer satukan
hasil akhir kegiatan
mereka, kami melihat semangat mereka dalam proses pelaksanaan kegiatan yang
kami berikan.
Dengan semangat mereka kami juga harus
bisa introspeksi diri untuk menjadi pendidik dan teman yang lebih baik lagi.
Harapan kami kedepannya semoga jalinan silaturrahim dengan orang tua murid dapat terjalin lebih
erat lagi untuk bekerja sama membimbing putra putri kita.
Pada akhirnya kami selalu berdoa untuk
kesehatan dan kebahagian anak-anak dan
kita semua. Dan pandemi Covid-19 ini semoga segera
berakhir dan kami bisa melepas rindu dengan anak-anak. Tidak lupa ucapan terima
kasih yang seluas-luasnya kepada para orang tua murid yang selalu bisa menjalin
kerja sama yang baik. @zulfa
0 comments:
Post a Comment