Oleh: Unshita
Rini
Disampaikan oleh Dedek dan Toni Pada Lomba Bercakap-Cakap,Hari
Anak Nasional Kecamatan Kaliwates, 18
Mei 2008
Dedek : Hai ,
Ton apa khabarmu hari ini ?
Toni : Eh.. Dedek, baik. bagaimana
denganmu?
Dedek : Baik juga
,Ton. Sebenarnya sih masih agak capek,
sepulang rekreasi kemarin. Tapi aku senang sekali. Oh iya, kamu kok tidak ikut?
Toni : Iya, Dedek. Sebenarnya aku
sedih tidak bisa ikut rekreasi ke Malang kemarin, tapi bagaimana lagi, nenekku
yang di Madura meninggal dunia.
Dedek : Oh maaf ,Toni. Aku turut berduka atas meninggalnya
nenekmu.
Toni : Terima kasih
Dedek. Tapi kamu mau kan menceritakan pengalaman rekreasi kemarin ?
Dedek : Wah tentu saja.
Dengan senang hati, Ton. Yuk kita duduk.
( Dedek dan Toni mencari tempat untuk duduk )
Dedek : Begini, Ton.
Rekreasi ke Malang kemarin asyik sekali, karena kita mengunjungi dua tempat,
yaitu kebun teh dan Jatim Park.
Toni : Asyik ya….
Dedek : Betul Ton. Kalau
ke Jatim Park, aku sudah pernah , disana memang asyik dan seru. tapi kalau ke
kebun teh, aku baru pertama kali ini.
Toni : Kebun tehnya dimana Dedek?
Dedek : Hmm..hmm..
seingatku di kota Malang juga, tapi nama daerahnya Wonosari. Ya..betul ! kebun
teh Wonosari namanya.
Toni : Aduh…aku jadi ingin kesana.
Dedek : Tunggu dulu Ton.
Aku teruskan dulu ceritanya.
Yang membuat seru adalah jalan menuju kebun teh itu.. Karena letaknya di
pegunungan, jalannya mendaki dan curam. Ketika jalan mendaki, kami semua duduk
terdiam ketakutan. Ketika jalanan curam, kamipun berdiri. Bisnya miring ke
kanan kami berteriak, aaaaaa….. Bisnya miring kekiri kami berteriak, aaaaa……..
Untung pak sopirnya pintar dan hati-hati. jadi kami sampai disana dengan
selamat.
Terus, Ton. Di sepanjang
jalan banyak sekali tanaman buah. Ada satu yang aku tidak tahu namanya. Buahnya
mekar seperti bunga dan warnanya merah. Kata bu guru itu tanaman buah naga namanya.
Toni : Terus sesampainya di kebun teh ada apa saja, Dedek?
Dedek : Yang jelas Ton, sepanjang mata memandang hanya terlihat hamparan pohon
teh yang hijau. Subhanallah…! Indah sekali. Ditambah lagi udaranya sejuk dan
segar.
Toni : Ya ya ya, aku pernah melihatnya di TV, lalu?
Dedek : Disana kita boleh memetik pucuk-pucuk daun teh. Daun-daun teh itu
kemudian dimasukkan ke dalam keranjang yang digendong di punggung kita. Seperti
ini Ton.
( Dedek memperagakan cara memetik daun teh )
Toni : Kalau sudah penuh, keranjangnya dibawa kemana, Dedek?
Dedek : Punyaku tidak
sampai penuh sih Ton , karena keranjangnya berat. ada beberapa pegawai yang
menemani kita, beliau yang membawakan keranjang kita ke pabrik yang jaraknya
tidak jauh dari kebun teh. Sampai di pabrik ditimbang dulu, baru diolah.
Toni : Wah…kalian melihat cara mengolah
daun teh juga, ya.
Dedek : Tidak, Ton. Karena
saat itu pabrik sedang libur. Tapi kita diajak untuk melihat cara mengolah daun
teh lewat foto-foto tang sudah disediakan oleh pihak kebun.
Toni : Aku bisa membayangkannya Dedek. Asyik betul ya.
Dedek : Ada lagi yang
membuat kita betah Ton. Disamping udaranya sejuk, disana juga banyak mainan.
Ada ayunan, komedi putar, jungkat jungkit, kereta kelinci , bisa naik kuda poni
dan ada kolam renangnya juga. Rasanya ingin
tinggal disana Ton.
Toni : Sampai kapan kalian di kebun tehnya?
Dedek : Setelah sholat Dhuhur, kami ke Jatim Park. Kalau ke Jatim Park
banyak sekali permainannya, aku sampai bingung mau main yang mana dulu. Nah di
Jatim Park, kita sampai sore, Ton.
Toni : Dek, aku jadi sedih tidak ikut rekreasi.
Dedek : Tidak perlu
bersedih, Ton. Tadi kan sudah aku ceritakan semua. Mudah-mudahan di lain waktu
kamu bisa kesana.
Toni : Ya Dedek, terima kasiih sudah menceritakan semuanya.
Dedek :
Bel…! Tidak terasa ya Ton, sudah waktunya kita masuk kelas. Nanti saat istirahat kita main bersama, ya.
Toni : Oke, sampai nanti.
0 comments:
Post a Comment