Oleh: Unshita Rini
Disampaikan nanda Faiq dalam lomba
bercerita Hari Anak Nasional kecamatan Kaliwates, 21 Mei 2011
Assalamu’alaikum
wr.wb.
Bagaimana
kabar teman-teman hari ini?
Alhamdulillah
semuanya baik, ya...
Nah
teman-teman, hari ini aku ingin berbagi cerita , tentang pengalamanku waktu aku
kebanjiran. Begini ceritanya....
Saat
itu aku berencana bermain di luar, tapi tiba-tiba saja hujan turun. Akhirnya
aku bermain di dalam rumah, sambil menunggu hujan reda. “Lama sekali hujan kali
ini, ya”, pikirku. Tak lama kemudian aku tertidur....zzzZzzz....zzzZzz....
Entah
berapa lama aku tertidur. Tiba-tiba nenek membangunkanku. “Faiq...Faiq...ayo
bangun, rumah kita kemasukan air...rumah kita kebajiran...” kata nenekku.
Sambil
menggosok-gosok mataku, aku bertanya pada nenek,” kabanjiran Nek...rumah kita
kan jauh dari sungai?”. “Itulah...., nenek juga bingung. Mungkin dari selokan
yang ada di depan rumah. Yang penting kita sekarang beres-beres dulu”,jawab
nenekku.
Aku
membereskan mainanku. Beberapa mainanku sudah ada yang basah,
teman-teman...Nenek membereskan barang-barang yang lain. Untung saja kasur
kesayanganku tidak basah.
Setelah
semuanya beres, nenek mengambil payung, lalu keluar rumah. Ternyata betul,
teman-teman. Selokan yang ada di depan rumahku tertutup oleh sampah-sampah.
Nenek membersihkan selokan dibantu oleh beberapa tetanggaku.
Alhamdulillah,
airnya sudah tidak meluap lagi, meskipun hujan belum reda.
Nah,...itulah
pengalamanku teman-teman..
Pesanku,
buanglah sampah pada tempatnya, supaya tidak kebanjiran seperti di rumahku...
Wassalamu’alaikum
wr.wb.
0 comments:
Post a Comment