14 Mei 2020
Berikut kisah Herni Rowaida, ustadzah kelompok A, TK Puspa Melati
Cerita
ini berawal pada bulan Maret 2020. Pada saat itu covid 19 kata yang sangat
asing di telinga kita .Dengan munculnya covid 19 dan pengaruhnya membuat semua
berubah dalam setiap tingkah laku manusia, termasuk mengharuskan kita semua untuk
stay at home untuk melindungi diri
kita dan orang- orang disekitar kita . Tidak terkecuali kami keluarga besar KB
TK PUSPA MELATI yang harus melakukan semua kegiatan belajar mengajar di rumah .
Hal ini kami lakukan untuk melindungi anak – anak kami untuk tetap sehat dan
terhindar dari jenis virus baru ini. Melihat beberapa ulasan berita di media
sekilas sangat menakutkan dan itu adalah nyata . Sampai saat ini yang
terinfeksi sudah mencapai puluhan ribu orang di berbagai daerah di seluruh
Indonesia.
Stay at home
istilah baru di dunia pendidikan, yang mengharuskan semua proses pembelajaran
dilakukan di rumah. Kami pendidik PUSPA MELATI merancang strategi baru dalam memberi kegiatan
pembelajaran di rumah untuk anak kami agar mereka tetap belajar sambil bermain
dirumah bersama ayah bunda. Kami merancang suatu kegiatan belajar di rumah ini
dengan tema Stay at Home yang dibagi menjadi beberapa sub tema
kegiatan di rumah . Sub tema tersebut meliputi pelangi, pentingnya cuci tangan
pakai sabun, tahapan cuci tangan , ecobrik, kebiasaan di bulan Ramadhan. Dan Ramadhan
di kotaku.
Kami
menyiapkan kegiatan sesuai sub tema diatas setiap minggunya .Timbal baliknya
para orang tua mengirimkan hasil kegiatan putra – putrinya berupa video atau
foto yang dikirim ke masing – masing guru kelas.
Dibalik
pembelajaran stay at home ternyata
menyimpan beberapa suka dan duka diantara para orang tua dan guru. Pada awalnya
mereka sangat antusias dengan
membersamai ananda di rumah. Dari mereka para orang tua ada yang sangat
sportif mengirimkan tugas demi perkembangan putra –putrinya. Mereka sangat
senang bisa menemani ananda di rumah walaupun tidak sedikit dari mereka yang
mengatakan lebih enak belajar di sekolah
bersama ustdzah. Ada juga diantara mereka yang sama sekali tidak merespon kegiatan
belajar ini. Sehigga bagi kami selaku guru kelas merasa kesulitan untuk mencatat
perkembangan di tema ini .Mereka yang tidak pernah merespon, serasa lepas
komunikasi dengan kami selama pandemi. Kami tidak mengetahui apa yang menjadi
kendala mereka.
Yang
sabar ya teman – teman dan ayah ibu. Semua itu akan berakhir bila pandemi ini
berakhir dan kita semua bisa belajar normal kembali. Tidak ada batas jarak dan
waktu lagi untuk bertatap muka melihat wajah – wajah manis kalian. Ustdzah juga
merasakan rindu yang sangat melihat kehebatan dan keaktifan teman – teman semua.
Kegiatan
stay at home ananda sangatlah
menarik. Mereka menjalin kerja sama dan berkolaborasi dengan Ayah dan Bunda. Ayah
dan bunda sangat kreatif membuat video
ananda menjadi lebih menarik ditonton. Semoga semua kegiatan di rumah ini
bermanfaat bagi perkembangan ananda selanjutnya. Sampai jumpa dan salam sehat
selalu, jangan lupa selalu cuci tangan dan jaga kebersihan. @ida
0 comments:
Post a Comment