Thursday, May 21, 2020

SUKA DUKA SAAT PANDEMI



14 Mei 2020 
Berikut kisah Herni Rowaida, ustadzah kelompok A, TK Puspa Melati
 

Cerita ini berawal pada bulan Maret 2020. Pada saat itu covid 19 kata yang sangat asing di telinga kita .Dengan munculnya covid 19 dan pengaruhnya membuat semua berubah dalam setiap tingkah laku manusia, termasuk mengharuskan kita semua untuk stay at home untuk melindungi diri kita dan orang- orang disekitar kita . Tidak terkecuali kami keluarga besar KB TK PUSPA MELATI yang harus melakukan semua kegiatan belajar mengajar di rumah . Hal ini kami lakukan untuk melindungi anak – anak kami untuk tetap sehat dan terhindar dari jenis virus baru ini. Melihat beberapa ulasan berita di media sekilas sangat menakutkan dan itu adalah nyata . Sampai saat ini yang terinfeksi sudah mencapai puluhan ribu orang di berbagai daerah di seluruh Indonesia.
 
Stay at home istilah baru di dunia pendidikan, yang mengharuskan semua proses pembelajaran dilakukan di rumah. Kami pendidik PUSPA MELATI  merancang strategi baru dalam memberi kegiatan pembelajaran di rumah untuk anak kami agar mereka tetap belajar sambil bermain dirumah bersama ayah bunda. Kami merancang suatu kegiatan belajar di rumah ini dengan tema Stay at Home  yang dibagi menjadi beberapa sub tema kegiatan di rumah . Sub tema tersebut meliputi pelangi, pentingnya cuci tangan pakai sabun, tahapan cuci tangan , ecobrik, kebiasaan di bulan Ramadhan. Dan Ramadhan di kotaku. 

Kami menyiapkan kegiatan sesuai sub tema diatas setiap minggunya .Timbal baliknya para orang tua mengirimkan hasil kegiatan putra – putrinya berupa video atau foto yang dikirim ke masing – masing guru kelas.

Dibalik pembelajaran stay at home ternyata menyimpan beberapa suka dan duka diantara para orang tua dan guru. Pada awalnya mereka sangat antusias dengan  membersamai ananda di rumah. Dari mereka para orang tua ada yang sangat sportif mengirimkan tugas demi perkembangan putra –putrinya. Mereka sangat senang bisa menemani ananda di rumah walaupun tidak sedikit dari mereka yang mengatakan lebih  enak belajar di sekolah bersama ustdzah. Ada juga diantara mereka yang sama sekali tidak merespon kegiatan belajar ini. Sehigga bagi kami selaku guru kelas merasa kesulitan untuk mencatat perkembangan di tema ini .Mereka yang tidak pernah merespon, serasa lepas komunikasi dengan kami selama pandemi. Kami tidak mengetahui apa yang menjadi kendala mereka.

Kegiatan belajar di rumah selama pandemi yang cukup lama, membuat  ananda merasakan kerinduan bermain di PUSPA MELATI.” Ustdzah kapan sekolah lagi “,itu adalah kalimat yang sering menjadi pertanyaan  mereka yang sangat merindukan kegiatan di sekolah. Ada yang bilang “ Ustdzah bosan di rumah“. Ada lagi “ Tak Nyaman Us mon tak sekolah, Ari tak belajar“ (Tidak enak us kalau tidak sekolah, Ari tidak belajar).
Yang sabar ya teman – teman dan ayah ibu. Semua itu akan berakhir bila pandemi ini berakhir dan kita semua bisa belajar normal kembali. Tidak ada batas jarak dan waktu lagi untuk bertatap muka melihat wajah – wajah manis kalian. Ustdzah juga merasakan rindu yang sangat melihat kehebatan dan keaktifan teman – teman semua.

Kegiatan stay at home ananda sangatlah menarik. Mereka menjalin kerja sama dan berkolaborasi dengan Ayah dan Bunda. Ayah dan bunda sangat  kreatif membuat video ananda menjadi lebih menarik ditonton. Semoga semua kegiatan di rumah ini bermanfaat bagi perkembangan ananda selanjutnya. Sampai jumpa dan salam sehat selalu, jangan lupa selalu cuci tangan dan jaga kebersihan. @ida


0 comments:

Post a Comment

 

KB TK Puspa Melati Jember Template by Ipietoon Cute Blog Design