21 Mei 2020
Oleh: Unshita Rini, S.Pd
Assalamu’alaikum wr.wb.
Teman-teman yang aku
sayangi, aku punya cerita untuk kalian…mau mendengarkan?
Begini ceritanya…
Saat itu hari minggu,
ayah dan mama mengajakku ke pasir putih Papuma…
Teman-teman tau
khan?...
Sesampainya di sana,
aku melompat-lompat kegirangan… ”Hore…hore….hore….Mama…Mama…indah sekali
pemandangannya…, aku ingin mandi…boleh ya Ma?” pintaku.
“Boleh sayang…, nanti
ditemani Ayah,” jawab Mamaku.
“Ya, Ma, “ jawabku
girang.
Aku mandi ditemani
Ayah, kami bermain air. Kadang-kadang aku menyiram Ayah dengan air laut…byur…byur…byur…Begitu
juga dengan Ayah.
Ketika sedang asyik
bermain, tanpa kusadari ombak besar datang menghantamku. Aku oleng….”Aaaaaaaa…..”. Untung Ayah cepat
menangkapku.
Sejenak kami terdiam,
lalu Ayah berkata,” Tidak apa-apa Tasya, lain kali lebih hati-hati”. Aku
mengangguk-angguk tanda setuju.
Cukup lama aku mandi,
sampai kudengar Mama memanggilku…”Tasya…..ayo sini, makan kuenya dulu”.
Bergegas aku ke tepi pantai, Ayah juga mengikutiku.
Kami bertiga menikmati
kue bersama. Setelah selesai…aku mengajak Ayah membuat rumah dari pasir. Rumah
pasirku bagus sekali teman-teman…
Ayah menambahkan menara
air di samping rumahku, Mama menambahkan gazebo
di belakang rumahku…
Kupandangi rumah pasirku…
Mama lalu memberiku kue
lagi,”Ini…. untuk anak Mama yang hebat”.
“Terima kasih, Ma”, jawabku.
Sambil menikmati kue,
kupandangi pantai indah di depanku..
Kata Ayah, di pantai
Papuma ini, selain pasir putihnya yang mempesona, juga ada wisata sejarah,
berupa gua Jepang.
Yang datang ke sini
bukan hanya orang Jember saja teman-teman, tapi banyak juga yang dari luar
Jember.
Subhanallah… sungguh
indah ciptaan Allah.
Karena hari sudah sore,
Mama dan Ayah mengajakku pulang…
Nah, itu ceritaku teman-teman…semoga
bermanfaat…
Wassalamu’alaikum wr.wb
0 comments:
Post a Comment