17 Mei 2020
Oleh : Unshita
Rini, S.Pd
Disampaikan oleh Suci Ayu Anisa
pada lomba MT2Q MIMA KH Shiddiq Jember 2010, sebagai juara 3.
Assalamu’alaikum wr.wb
Teman-teman , aku ingin berbagi satu cerita, yaitu
pengalamanku mengikuti lomba.
Ceritanya, berawal dari beberapa bulan yang lalu ...
Aku dipilih untuk mengikuti lomba pidato oleh
ustadzahku. Awalnya , aku senang ...
sekali.
Terbayang olehku aku berdiri di sebuah pentas,
memakai pakaian bagus dan memegang mike. Itu lho, seperti pildacil di TV-TV ...
Suatu hari, setelah beberapa kali berlatih,
tiba-tiba aku muntah-muntah, kepalaku pusing, seperti ditusuk-tusuk ... nyut...
nyut... nyut... Ibuku kebingungan,
karena aku tidak pernah sakit seperti itu. Lalu, aku segera di bawa ke dokter. “Aku sakit
apa, Bu ?” tanyaku pada ibu. “Kata Dokter, Suci stress ... “ jawab ibuku. Rupanya,
aku terlalu memikirkan lomba pidato itu.
Aku dan ibuku hampir putus asa, karena lomba tinggal
beberapa hari lagi, tapi aku belum siap!!! Untunglah ustadzahku selalu memberi
semangat. “Ayo, Suci pasti bisa!” itu yang selalu dikatakan oleh ustadzahku.
Nah, teman-teman, hari itu akhirnya tiba juga.
Aku memakai pakaian paling bagus yang aku punya. Ketika
nomerku disebut, aku langsung ke depan. Dadaku berdetak keras ...... dug...
dug.... dug ...Aku langsung ambil nafas dalam-dalam, ufhm hah ..... Berawal
dari salam aku mulai pidatoku, penonton dan juri kadang tertawa mendengar
omonganku. Tak berapa lama aku akhiri pidatoku. Setelah selesai berpidato, aku
berlari ke tempat ibu dan ustadzahku. Kami saling berpelukan.
Tiba saatnya juri mengumumkan hasil lomba.
Alhamdulillah ... aku juara satu. Ternyata aku bisa!
Nah teman-teman, Suci juga minta doanya ya,
insyaAllah bulan Juli ini, Suci ke Surabaya,
untuk lomba pidato lagi.
Demikian pengalamanku. Jangan berkata tidak bisa
sebelum kita mencoba....... betul-betul-betul...
Wassalamu’alaikum wr.wb
0 comments:
Post a Comment