Thursday, May 21, 2020

PAHLAWAN YANG TERLUPAKAN (Bag. 5)

11 Mei 2020
...........


“Teman-teman, ayo kita mulai hidup sehat. Caranya sangat mudah, cuci tangan pakai sabun dan tidak membuang sampah sembarangan. Membuang sampah pada tempatnya juga dapat membantu tugas para petugas kebersihan,” lanjutku.
Kami semua bertepuk tangan. Semua gembira. Bu Sita meminta kami untuk kembali ke tempat duduk masing-masing. “Baiklah anak-anak, hari ini kalian hebat sekali. Gambar dan cerita kalian sangat bagus. Besok Ibu sudah menyiapkan kejutan untuk kalian. Untuk itu akan sangat rugi jika besok ada yang tidak masuk sekolah. Nah, saatnya kalian bertemu dengan ayah dan ibu di rumah. Kita akan bertemu kembali besok, “ kata bu Sita mengakhiri kegiatan di kelas hari ini. Bu Sita mengantarkan kami sampai pintu gerbang.
Ibu sudah siap menyambutku di balik pintu gerbang. Sepanjang perjalanan pulang, aku menceritakan semua kegiatanku hari ini pada Ibu. Ibu tersenyum lalu memelukku, “ Anak ibu memang hebat” bisiknya.
Hari ini hari kedua aku di kelas baruku. Udara pagi ini tidak sedingin kemarin. Matahari sudah tidak malu lagi
“Teman-teman, ayo kita mulai hidup sehat. Caranya sangat mudah, cuci tangan pakai sabun dan tidak membuang sampah sembarangan. Membuang sampah pada tempatnya juga dapat membantu tugas para petugas kebersihan,” lanjutku.
Kami semua bertepuk tangan. Semua gembira. Bu Sita meminta kami untuk kembali ke tempat duduk masing-masing. “Baiklah anak-anak, hari ini kalian hebat sekali. Gambar dan cerita kalian sangat bagus. Besok Ibu sudah menyiapkan kejutan untuk kalian. Untuk itu akan sangat rugi jika besok ada yang tidak masuk sekolah. Nah, saatnya kalian bertemu dengan ayah dan ibu di rumah. Kita akan bertemu kembali besok, “ kata bu Sita mengakhiri kegiatan di kelas hari ini. Bu Sita mengantarkan kami sampai pintu gerbang.
Ibu sudah siap menyambutku di balik pintu gerbang. Sepanjang perjalanan pulang, aku menceritakan semua kegiatanku hari ini pada Ibu. Ibu tersenyum lalu memelukku, “ Anak ibu memang hebat” bisiknya.
Hari ini hari kedua aku di kelas baruku. Udara pagi ini tidak sedingin kemarin. Matahari sudah tidak malu lagi memancarkan sinarnya. Dan jumlah kupu-kupu yang beterbangan jadi lebih banyak. Sejak pulang sekolah kemarin aku terus memikirkan kata-kata bu Sita tentang kejutan yang akan diberikan hari ini. Tugasku membantu ibu menyiapkan sarapan, menyiapkan bekal dan sarapan sudah kulalui lebih awal dari kemarin. Dan seperti biasa, aku menunggu Ayah di teras rumah. Tak lama kemudian Ayah mengajakku berangkat, akupun mengikuti Ayah dari belakang. Aku merasa ada yang kurang pagi ini. Ah iya, pak Gun kok belum kelihatan ya.. Lalu aku menanyakannya pada Ayah, kata Ayah pak Gun ada urusan pagi ini, tugasnya akan dilakukan setelah urusannya selesai. Syukurlah, gumamku..
Aku sampai di sekolah lebih awal, tetapi teman sekelasku sudah banyak yang datang. Rupanya mereka juga penasaran dengan kejutan yang akan diberikan bu Sita. Kami semua tidak sabar menunggu bel masuk berbunyi. Dan akhirnya bel masuk berdering. Bu Sita sudah siap di depan kelas. Dengan senyumnya yang khas, kami dipersilahkan masuk satu per satu dan duduk seperti biasa.
Setelah berdoa, bu Sita kembali tersenyum sambil bertanya, “ apakah tidur kalian nyenyak semalam?. “Tidak bu…,” jawab kami serentak. “Mengapa tidak bias nyenyak tidurnya?” lanjut bu Sita. “Iya bu, soalnya saya penasaran kejutan apa yang akan diberikan bu Sita kepada kami,” jawab salah satu temanku. Bu Sita lalu menempati kursi di sebelahku. “Oh begitu rupanya. Ibu minta maaf jika perkataan bu Sita kemarin membuat kalian gelisah. Sebentar lagi kejutan Ibu ada di hadapan kalian semua,” lanjut bu Sita. Bu Sita kemudian berdiri dan berjalan menuju pintu. “Silahkan Pak,” kata bu Sita mempersilahkan.
memancarkan sinarnya. Dan jumlah kupu-kupu yang beterbangan jadi lebih banyak. Sejak pulang sekolah kemarin aku terus memikirkan kata-kata bu Sita tentang kejutan yang akan diberikan hari ini. Tugasku membantu ibu menyiapkan sarapan, menyiapkan bekal dan sarapan sudah kulalui lebih awal dari kemarin. Dan seperti biasa, aku menunggu Ayah di teras rumah. Tak lama kemudian Ayah mengajakku berangkat, akupun mengikuti Ayah dari belakang. Aku merasa ada yang kurang pagi ini. Ah iya, pak Gun kok belum kelihatan ya.. Lalu aku menanyakannya pada Ayah, kata Ayah pak Gun ada urusan pagi ini, tugasnya akan dilakukan setelah urusannya selesai. Syukurlah, gumamku..
Aku sampai di sekolah lebih awal, tetapi teman sekelasku sudah banyak yang datang. Rupanya mereka juga penasaran dengan kejutan yang akan diberikan bu Sita. Kami semua tidak sabar menunggu bel masuk berbunyi. Dan akhirnya bel masuk berdering. Bu Sita sudah siap di depan kelas. Dengan senyumnya yang khas, kami dipersilahkan masuk satu per satu dan duduk seperti biasa.
Setelah berdoa, bu Sita kembali tersenyum sambil bertanya, “ apakah tidur kalian nyenyak semalam?. “Tidak bu…,” jawab kami serentak. “Mengapa tidak bias nyenyak tidurnya?” lanjut bu Sita. “Iya bu, soalnya saya penasaran kejutan apa yang akan diberikan bu Sita kepada kami,” jawab salah satu temanku. Bu Sita lalu menempati kursi di sebelahku. “Oh begitu rupanya. Ibu minta maaf jika perkataan bu Sita kemarin membuat kalian gelisah. Sebentar lagi kejutan Ibu ada di hadapan kalian semua,” lanjut bu Sita. Bu Sita kemudian berdiri dan berjalan menuju pintu. “Silahkan Pak,” kata bu Sita mempersilahkan.


0 comments:

Post a Comment

 

KB TK Puspa Melati Jember Template by Ipietoon Cute Blog Design