11 Mei 2020
...........
“Teman-teman, ayo kita
mulai hidup sehat. Caranya sangat mudah, cuci tangan pakai sabun dan tidak
membuang sampah sembarangan. Membuang sampah pada tempatnya juga dapat membantu
tugas para petugas kebersihan,” lanjutku.
Kami semua bertepuk
tangan. Semua gembira. Bu Sita meminta kami untuk kembali ke tempat duduk
masing-masing. “Baiklah anak-anak, hari ini kalian hebat sekali. Gambar dan
cerita kalian sangat bagus. Besok Ibu sudah menyiapkan kejutan untuk kalian.
Untuk itu akan sangat rugi jika besok ada yang tidak masuk sekolah. Nah,
saatnya kalian bertemu dengan ayah dan ibu di rumah. Kita akan bertemu kembali
besok, “ kata bu Sita mengakhiri kegiatan di kelas hari ini. Bu Sita
mengantarkan kami sampai pintu gerbang.
Ibu sudah siap menyambutku
di balik pintu gerbang. Sepanjang perjalanan pulang, aku menceritakan semua
kegiatanku hari ini pada Ibu. Ibu tersenyum lalu memelukku, “ Anak ibu memang
hebat” bisiknya.
Hari ini hari kedua aku
di kelas baruku. Udara pagi ini tidak sedingin kemarin. Matahari sudah tidak
malu lagi
“Teman-teman, ayo kita
mulai hidup sehat. Caranya sangat mudah, cuci tangan pakai sabun dan tidak
membuang sampah sembarangan. Membuang sampah pada tempatnya juga dapat membantu
tugas para petugas kebersihan,” lanjutku.
Kami semua bertepuk
tangan. Semua gembira. Bu Sita meminta kami untuk kembali ke tempat duduk
masing-masing. “Baiklah anak-anak, hari ini kalian hebat sekali. Gambar dan
cerita kalian sangat bagus. Besok Ibu sudah menyiapkan kejutan untuk kalian.
Untuk itu akan sangat rugi jika besok ada yang tidak masuk sekolah. Nah,
saatnya kalian bertemu dengan ayah dan ibu di rumah. Kita akan bertemu kembali
besok, “ kata bu Sita mengakhiri kegiatan di kelas hari ini. Bu Sita
mengantarkan kami sampai pintu gerbang.
Ibu sudah siap menyambutku
di balik pintu gerbang. Sepanjang perjalanan pulang, aku menceritakan semua
kegiatanku hari ini pada Ibu. Ibu tersenyum lalu memelukku, “ Anak ibu memang
hebat” bisiknya.
Hari ini hari kedua aku
di kelas baruku. Udara pagi ini tidak sedingin kemarin. Matahari sudah tidak
malu lagi memancarkan sinarnya. Dan jumlah kupu-kupu yang beterbangan jadi
lebih banyak. Sejak pulang sekolah kemarin aku terus memikirkan kata-kata bu
Sita tentang kejutan yang akan diberikan hari ini. Tugasku membantu ibu menyiapkan
sarapan, menyiapkan bekal dan sarapan sudah kulalui lebih awal dari kemarin.
Dan seperti biasa, aku menunggu Ayah di teras rumah. Tak lama kemudian Ayah
mengajakku berangkat, akupun mengikuti Ayah dari belakang. Aku merasa ada yang
kurang pagi ini. Ah iya, pak Gun kok belum kelihatan ya.. Lalu aku
menanyakannya pada Ayah, kata Ayah pak Gun ada urusan pagi ini, tugasnya akan
dilakukan setelah urusannya selesai. Syukurlah, gumamku..
Aku sampai di sekolah
lebih awal, tetapi teman sekelasku sudah banyak yang datang. Rupanya mereka
juga penasaran dengan kejutan yang akan diberikan bu Sita. Kami semua tidak
sabar menunggu bel masuk berbunyi. Dan akhirnya bel masuk berdering. Bu Sita
sudah siap di depan kelas. Dengan senyumnya yang khas, kami dipersilahkan masuk
satu per satu dan duduk seperti biasa.
Setelah berdoa, bu Sita
kembali tersenyum sambil bertanya, “ apakah tidur kalian nyenyak semalam?.
“Tidak bu…,” jawab kami serentak. “Mengapa tidak bias nyenyak tidurnya?” lanjut
bu Sita. “Iya bu, soalnya saya penasaran kejutan apa yang akan diberikan bu
Sita kepada kami,” jawab salah satu temanku. Bu Sita lalu menempati kursi di
sebelahku. “Oh begitu rupanya. Ibu minta maaf jika perkataan bu Sita kemarin
membuat kalian gelisah. Sebentar lagi kejutan Ibu ada di hadapan kalian semua,”
lanjut bu Sita. Bu Sita kemudian berdiri dan berjalan menuju pintu. “Silahkan
Pak,” kata bu Sita mempersilahkan.
memancarkan sinarnya. Dan jumlah kupu-kupu yang beterbangan jadi
lebih banyak. Sejak pulang sekolah kemarin aku terus memikirkan kata-kata bu
Sita tentang kejutan yang akan diberikan hari ini. Tugasku membantu ibu menyiapkan
sarapan, menyiapkan bekal dan sarapan sudah kulalui lebih awal dari kemarin.
Dan seperti biasa, aku menunggu Ayah di teras rumah. Tak lama kemudian Ayah
mengajakku berangkat, akupun mengikuti Ayah dari belakang. Aku merasa ada yang
kurang pagi ini. Ah iya, pak Gun kok belum kelihatan ya.. Lalu aku
menanyakannya pada Ayah, kata Ayah pak Gun ada urusan pagi ini, tugasnya akan
dilakukan setelah urusannya selesai. Syukurlah, gumamku..
Aku sampai di sekolah
lebih awal, tetapi teman sekelasku sudah banyak yang datang. Rupanya mereka
juga penasaran dengan kejutan yang akan diberikan bu Sita. Kami semua tidak
sabar menunggu bel masuk berbunyi. Dan akhirnya bel masuk berdering. Bu Sita
sudah siap di depan kelas. Dengan senyumnya yang khas, kami dipersilahkan masuk
satu per satu dan duduk seperti biasa.
Setelah berdoa, bu Sita
kembali tersenyum sambil bertanya, “ apakah tidur kalian nyenyak semalam?.
“Tidak bu…,” jawab kami serentak. “Mengapa tidak bias nyenyak tidurnya?” lanjut
bu Sita. “Iya bu, soalnya saya penasaran kejutan apa yang akan diberikan bu
Sita kepada kami,” jawab salah satu temanku. Bu Sita lalu menempati kursi di
sebelahku. “Oh begitu rupanya. Ibu minta maaf jika perkataan bu Sita kemarin
membuat kalian gelisah. Sebentar lagi kejutan Ibu ada di hadapan kalian semua,”
lanjut bu Sita. Bu Sita kemudian berdiri dan berjalan menuju pintu. “Silahkan
Pak,” kata bu Sita mempersilahkan.
0 comments:
Post a Comment