12 Mei 2020
........
Seorang laki-laki paruh
baya berjabat tangan dengan bu Sita. Laki-laki ini memakai sepatu boot,
pakaiannya kuning menyala. Sementara kulihat masker masih melintang di
lehernya, sarung tangan dan topi dilepasnya saat berjabat tangan dengan bu Sita
tadi. Kemudian bu Sita mempersilahkan tamunya masuk dan duduk di kursi yang
sudah disediakan oleh bu Sita di sebelah kanannya. Sepertinya aku mengenal
orang ini, sepertinya ini pak Gun, tapi aku ragu karena dandanan pak Gun pagi
ini sedikit berbeda. Sampai akhirnya bu Sita mempersilahkan tamunya untuk
memperkenalkan diri. “Anak-anak, hari ini kita kedatangan seorang tamu. Seperti
janji bu Sita kemarin, beliaulah kejutan yang bu Sita maksud. Setelah beliau
memperkenalkan diri, kalian boleh menanyakan sesuatu secara bergantian.
Silahkan memperkenalkan diri, Pak,” pinta bu Sita.
Tamu bu Sita berdiri dan
memberi salam. Selamat pagi anak-anakku semua,” salamnya. “Perkenalkan nama
bapak adalah Gunadi. Rumah Bapak di daerah Demangan Kidul, kira-kira tiga
kilometer dari sekolah ini. Pekerjaan Bapak sebagai petugas kebersihan di
daerah Demangan Kidul,” lanjutnya. Aku tersenyum, tadi pagi aku tidak bertemu
pak Gun dan ternyata pak Gun menghadiri undangan bu Sita ke sekolahku. Dan aku
juga baru tahu nama lengkap pak Gun adalah Gunadi. Teman-temanku bergantian
menanyakan tentang pekerjaan pak Gun. Dengan sabar, pak Gun menjawabnya satu
per satu.
Bu Sita melihat jam dinding, sudah pukul
09.30. “Anak-anak, pertemuan kita dengan pak Gun untuk sementara cukup ya,
karena pak Gun harus bekerja. Ibu menyampaikan terima kasih kepada pak Gun atas
kesediaannya untuk datang dan berbagi informasi tentang pekerjaan Bapak. Terima
kasih juga Ibu sampaikan kepada Najwa, karena gambar dan ceritanya kemarin
menjadi inspirasi bagi Ibu untuk mengundang pak Gun ke sekolah,” kata bu Sita.
Aku jadi tersipu malu. “Oh iya bu, terima kasih kembali. Tapi bolehkah aku
menyanyikan sebuah lagu?” pintaku. “Silahkan Najwa,” jawab bu Sita. Teman-teman
aku akan menyanyikan sebuah lagu. Lagu ini kuhadiahkan buat pak Gun, judulnya
Tukang Sampah, begini…
Lihat
kawan, lihat kawan, siapa itu…
Pakai
caping, sarung tangan, juga sepatu…
Dorong
gerobak, dorong gerobak, dengan semangat…
Tak
peduli, tak peduli, bau menyengat…
Walau
panas menyengat, walau dinginnya hujan…
Kau tetap jalankan tugas…
Menjaga
kebersihan, sepanjang hari…
Trima
kasih jasamu tak kan kulupa…
Kami semua bertepuk tangan.
Pak Gun tampak terharu, dan menyampaikan terima kasih karena sudah disambut
dengan hangat. Selanjutnya pak Gun berpamitan. Bu Sita mengantarkan pak Gun
sampai pintu kelas kami.
Kegiatan kami hari ini
sungguh menyenangkan. Saatnya kami bertemu Ayah dan Ibu. “Kita bertemu kembali
besok, anak-anak,” kata bu Sita mengakhiri kegiatan. Semoga bu Sita
menyiapkan kejutan lagi untuk esok hari. @
0 comments:
Post a Comment