Thursday, May 21, 2020

PAHLAWAN YANG TERLUPAKAN (Bag. 6 Tamat)

12 Mei 2020
........



Seorang laki-laki paruh baya berjabat tangan dengan bu Sita. Laki-laki ini memakai sepatu boot, pakaiannya kuning menyala. Sementara kulihat masker masih melintang di lehernya, sarung tangan dan topi dilepasnya saat berjabat tangan dengan bu Sita tadi. Kemudian bu Sita mempersilahkan tamunya masuk dan duduk di kursi yang sudah disediakan oleh bu Sita di sebelah kanannya. Sepertinya aku mengenal orang ini, sepertinya ini pak Gun, tapi aku ragu karena dandanan pak Gun pagi ini sedikit berbeda. Sampai akhirnya bu Sita mempersilahkan tamunya untuk memperkenalkan diri. “Anak-anak, hari ini kita kedatangan seorang tamu. Seperti janji bu Sita kemarin, beliaulah kejutan yang bu Sita maksud. Setelah beliau memperkenalkan diri, kalian boleh menanyakan sesuatu secara bergantian. Silahkan memperkenalkan diri, Pak,” pinta bu Sita.
Tamu bu Sita berdiri dan memberi salam. Selamat pagi anak-anakku semua,” salamnya. “Perkenalkan nama bapak adalah Gunadi. Rumah Bapak di daerah Demangan Kidul, kira-kira tiga kilometer dari sekolah ini. Pekerjaan Bapak sebagai petugas kebersihan di daerah Demangan Kidul,” lanjutnya. Aku tersenyum, tadi pagi aku tidak bertemu pak Gun dan ternyata pak Gun menghadiri undangan bu Sita ke sekolahku. Dan aku juga baru tahu nama lengkap pak Gun adalah Gunadi. Teman-temanku bergantian menanyakan tentang pekerjaan pak Gun. Dengan sabar, pak Gun menjawabnya satu per satu.
 Bu Sita melihat jam dinding, sudah pukul 09.30. “Anak-anak, pertemuan kita dengan pak Gun untuk sementara cukup ya, karena pak Gun harus bekerja. Ibu menyampaikan terima kasih kepada pak Gun atas kesediaannya untuk datang dan berbagi informasi tentang pekerjaan Bapak. Terima kasih juga Ibu sampaikan kepada Najwa, karena gambar dan ceritanya kemarin menjadi inspirasi bagi Ibu untuk mengundang pak Gun ke sekolah,” kata bu Sita. Aku jadi tersipu malu. “Oh iya bu, terima kasih kembali. Tapi bolehkah aku menyanyikan sebuah lagu?” pintaku. “Silahkan Najwa,” jawab bu Sita. Teman-teman aku akan menyanyikan sebuah lagu. Lagu ini kuhadiahkan buat pak Gun, judulnya Tukang Sampah, begini…

Lihat kawan, lihat kawan, siapa itu…
Pakai caping, sarung tangan, juga sepatu…
Dorong gerobak, dorong gerobak, dengan semangat…
Tak peduli, tak peduli, bau menyengat…

Walau panas menyengat, walau dinginnya hujan…
Kau  tetap jalankan tugas…
Menjaga kebersihan, sepanjang hari…
Trima kasih jasamu tak kan kulupa…

Kami semua bertepuk tangan. Pak Gun tampak terharu, dan menyampaikan terima kasih karena sudah disambut dengan hangat. Selanjutnya pak Gun berpamitan. Bu Sita mengantarkan pak Gun sampai pintu kelas kami.
Kegiatan kami hari ini sungguh menyenangkan. Saatnya kami bertemu Ayah dan Ibu. “Kita bertemu kembali besok, anak-anak,” kata bu Sita mengakhiri kegiatan. Semoga bu Sita  menyiapkan kejutan lagi untuk esok hari. @


0 comments:

Post a Comment

 

KB TK Puspa Melati Jember Template by Ipietoon Cute Blog Design